Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Apa Manfaat Menangis bagi Pesepakbola? Ini Jawabnya

Tekno Comments Off on Apa Manfaat Menangis bagi Pesepakbola? Ini Jawabnya

Minggu, 25 September 2016 | 22:03 WIB

Apa Manfaat Menangis bagi Pesepakbola? Ini Jawabnya

Pesepakbola Arema Cronus, Alberto Goncalves, menangis usai timnya kalah dalam pertandingan semifinal ISL 2014 di Stadion Gelora Jakabaring, Palembang, 4 November 2014. ANTARA/Rosa Panggabean

TEMPO.CO, Bloomington – Setiap orang butuh menangis, bahkan pemain sepak bola sekalipun. Sebuah studi menunjukkan bahwa pemain sepak bola yang menganggap menangis sah-sah saja ketika kalah dalam sebuah pertandingan besar, ternyata memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi ketimbang pemain gagah perkasa yang mengharamkan air mata.

Ilmuwan juga menemukan bahwa pemain yang memperlihatkan kasih sayang secara fisik terhadap anggota timnya jauh lebih bahagia. Ilmuwan Indiana University-Bloomington, Amerika Serikat, sengaja mempelajari stereotip gender tentang menangis mempengaruhi pemain sepak bola, dan bagaimana keyakinan mereka terhadap emosi di lapangan mempengaruhi aspek lain dalam kehidupan mereka.

Studi dilakukan terhadap 150 pemain sepak bola dari dua universitas, yakni National Collegiate Athletic Association Division II dan National Association of Intercollegiate Athletics. Para partisipan rata-rata berusia 19 tahun dan sebagian besar berkulit putih. Mereka diminta membaca skenario tentang seorang pemain sepak bola bernama Jack yang menangis setelah bertanding.

Mereka disodori empat pilihan akhir cerita itu, Jack menangis karena kalah, menangis bahagia karena menang, menangis tersedu-sedu setelah kalah, atau tersedu-sedu karena menang. Para pelajar cenderung berpikir menangis setelah kalah bertanding adalah hal biasa dan wajar bagi seorang pemain sepak bola. Namun mereka tidak dapat menerima tangis tersedu-sedu sebagai reaksi yang wajar dalam situasi kalah.

Pemain sepak bola juga mengatakan mereka pun bakal menangis tapi bukan tersedu-sedan bila berada dalam posisi Jack. Studi itu juga memperlihatkan bahwa kelompok yang membaca cerita Jack menangis tersedu-sedu setelah kalah tanding menegaskan bahwa reaksi itu normal di kalangan pemain sepak bola daripada kelompok yang membaca cerita Jack tersedu-sedu setelah timnya menang.

“Pada 2009, media menghina Tim Tebow, quarterback tim University of Florida, karena menangis di pinggir lapangan setelah kalah,” kata Y. Joel Wong, psikolog di Indiana University-Bloomington.

Wong mengatakan pemain sepak bola yang percaya tangisan Jack itu wajar memiliki rasa percaya diri lebih tinggi. “Sebaliknya, pemain yang yakin tangisan Jack itu tak wajar, tapi merasa bakal menangis jika berada dalam posisi Jack, memiliki kepercayaan diri yang rendah,” kata Wong.

LIVE SCIENCE | AMRI MAHBUB

Author

Agen Capsa Poker QiuQiu

AgenPokerIndonesia.org : Agen Judi Ceme Poker Online Indonesia, Agen Poker Online Terpercaya serta Bandar Judi Domino Terbesar dan salah satu Agen Poker Terbaik di Indonesia dan Asia. Dapatkan Promo Bonus Setiap Deposit, Bonus Deposit New Member dari AgenPokerIndonesia.org serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.

Copyright 2016 - AgenPokerIndonesia.org All Rights Reserved.

Search

Back to Top