Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Bojonegoro Kembangkan Program Rumah Menghadap Sungai

Tekno Comments Off on Bojonegoro Kembangkan Program Rumah Menghadap Sungai

Selasa, 20 September 2016 | 17:28 WIB

Bojonegoro Kembangkan Program Rumah Menghadap Sungai

Sejumlah penumpang antre untuk menyeberangi Sungai Bengawan Solo dengan menggunakan perahu tambang di Desa Trucuk, Kec. Trucuk, Bojonegoro, Jatim, Rabu (25/4). ANTARA/Aguk Sudarmojo

TEMPO.CO, Bojonegoro — Pemerintah Kabupaten Bojonegoro tengah mengembangkan desain ramah lingkungan untuk permukiman yang berlokasi di pinggir sungai. Caranya, bangunan rumah diproyeksikan menghadap ke Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya.

Ide program rumah menghadap sungai tersebut muncul dalam acara Sosialisasi Pengelolaan Sungai Bengawan Solo kepada Masyarakat dan Aparatur di Kantor Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa 20 September 2016. Dalam sesi diskusi tercetus, untuk merawat Sungai Bengawan Solo dan anak sungainya, dibutuhkan pelbagai terobosan.

Kepala Bidang Bina Manfaat dan Kemitraan Dinas Pengairan Bojonegoro, Sapto Sumarsono mengatakan pertemuan itu membahas mulai dari penghijauan di bantaran sungai, merawat jaringan relawan, bersih-bersih sungai hingga usulan membangun rumah menghadap sungai.

“Kami tengah mengembangkan rumah-rumah di bantaran untuk menghadap sungai,” ujar Sapto di Bojonegoro, Selasa 20 September 2016.

Baca juga:
PDIP Bakal Umumkan Calon DKI-1, Warga Surabaya Deg-degan
Eni Lestari, TKI Pembicara Konferensi PBB di Mata Teman Desa

Menurut dia, permukiman yang menghadap sungai diharapkan warganya bisa membantu mengawasi Sungai Bengawan Solo. Setidaknya soal lahan yang ditempati bisa bersih dan rapi. “Karena teras depan, biasanya terawat,” katanya.

Sapto menyebut Sungai Bengawan Solo yang mengalir di Bojonegoro sekitar 100 kilometer dari Kecamatan Margomulyo hingga Kecamatan Baureno—berbatasan dengan Babat, Lamongan. Selain itu, ada 18 anak sungai Bengawan Solo, yang tersebar di kiri-kanan badan sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.

Problemnya, dia melanjutkan, banyak rumah yang dibangun di bantaran sungai dan anak sungainya. Akibatnya, muncul persoalan tata kota dan masalah sosial. Misalnya bahaya tanah longsor di pinggir sungai.

Untuk itu, Dinas Pengairan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan Dinas Pekerjaan Umum berniat menata lingkungan di sekitar bantaran Sungai Bengawan Solo.

Soal program percontohan permukiman di kawasan sungai, Sapto berpendapat rumah-rumah itu harus menaati garis sempadan sungai. Dia mencontohkan beberapa daerah di Surabaya yang terdapat permukiman di bantaran, yang menghadap ke Sungai Kalimas. Permukiman Kalicode Yogyakarta juga menjadi contoh.

Kepala Desa Rendeng Kecamatan Malo, Bojonegoro, Muslih menyambut positif soal rencana tata rumah yang menghadap ke Sungai Bengawan Solo. Pihak Pemerintahan Desa Rendeng juga berupaya untuk membuat semacam peraturan desa menyangkut tata letak lingkungan di pinggir Sungai Bengawan Solo.

Apalagi, kata Muslih, di Desa Rendeng kini tengah mengembangkan wisata sungai Bengawan Solo. Ini adalah wisata yang menawarkan perjalanan naik perahu dan berbelanja gerabah di pinggir sungai.

Baca juga:
Wiranto Pastikan WNI Sandera Abu Sayyaf Tersisa 5 Orang
Menteri Susi Dianugerahi Leader for a Living Planet WWF 

“Kami tentu menyambut baik,” ujarnya di acara diskusi di Kantor Pemerintah Bojonegoro, Selasa 20 September 2016.

Menurut dia, program rumah menghadap sungai tersebut punya konsep yang jelas. Mulai dari pengelolaan area di pinggir Sungai Bengawan Solo dan air sehat sungai tanpa limbah. Caranya, di antaranya melakukan pengawasan perilaku masyarakat. Mulai dari buang sampah dengan tertib, juga melarang menangkap ikan dengan meracun.

Sementara itu Kepala BPBD Bojonegoro, Andi Sujarwo mengatakan program Sosialisasi Sungai Bengawan Solo bersih dikembangkan selama tiga-empat tahun ini. Mulai dari penghijauan di bantaran sungai, program susur sungai, yang melibatkan relawan dari kabupaten/kota yang dilewati. Mulai dari Kabupaten Wonogiri, Solo, Karanganyar, Sragen, Ngawi, Bojonegro, Tuban, Lamongan dan Gresik. “Jadi, kami bergerak bersama,” ujarnya pada Tempo Selasa 20 September 2016.

Dalam pekan ini, kata dia, diadakan program penghijauan di bantaran sungai, sekaligus bersih-bersih. Selain itu, digelar apel kesiagaan komitmen Sungai Bengawan Solo bersih. Pesertanya, mulai dari aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat, relawan dari pemancing juga nelayan musiman serta dari desa-desa dan kecamatan yang lokasinya dilewati Sungai Bengawan Solo.

SUJATMIKO

Author

Agen Capsa Poker QiuQiu

AgenPokerIndonesia.org : Agen Judi Ceme Poker Online Indonesia, Agen Poker Online Terpercaya serta Bandar Judi Domino Terbesar dan salah satu Agen Poker Terbaik di Indonesia dan Asia. Dapatkan Promo Bonus Setiap Deposit, Bonus Deposit New Member dari AgenPokerIndonesia.org serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.

Copyright 2016 - AgenPokerIndonesia.org All Rights Reserved.

Search

Back to Top