Situs Judi Resmi 1 User ID Untuk Semua Game: Live Casino, Bola, Poker & Slots

Furnitur Indonesia Jadi Primadona di Ceko

Bisnis Comments Off on Furnitur Indonesia Jadi Primadona di Ceko

Minggu, 25 September 2016 | 22:19 WIB

Furnitur Indonesia Jadi Primadona di Ceko

Dubes RI untukCeko, Aulia Rachman, Dirjen Amerop Kemlu, Muhammad Anshor dan Direktur ABF Expo Praha meresmikan Paviliun Indonesia pada pameran ForArch 2016 di Praha, 20 September 2016. (Foto: KBRI Praha)

TEMPO.CO, Praha – Furnitur dan produk kayu dari Indonesia menjadi favorit dan menarik minat besar pengunjung pameran “ForArch” yang digelar di Praha, Republik Cek, pada 20-24 September 2016.

Rangkaian pameran ForArch digelar di arena pameran PVA Expo Praha. Dibuka oleh Menteri Keuangan Republik Cek, Andrej Babis dan Menteri Pembangunan Daerah, Karla Slechtova.

Paviliun Indonesia difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Praha. Paviliun Indonesia diresmikan bersama oleh Direktur Jenderal Amerika dan Eropa, Kementerian Luar Negeri RI, Muhammad Anshor dan Duta Besar RI untuk Republik Cek, Aulia A. Rachman.

Slechtova yang baru saja berkunjung ke Indonesia pada Juli lalu menyampaikan apresiasi atas partisipasi Indonesia pada pameran tersebut. “Diharapkan partisipasi Indonesia pada pameran For Arch akan semakin meningkatkan kerja sama antara kedua negara,” tulis KBRI Praha dalam rilis yang diterima Tempo, Minggu, 25 September 2016.

Kehadiran Anshor di Praha adalah dalam rangka memimpin Delegasi Indonesia pada Sidang Sesi Ketiga Komisi Bersama Bidang Ekonomi (SKB ke-3) Indonesia–Republik Cek yang diselenggarakan di Ibu Kota Republik Cek tersebut sehari sebelumnya.

“Partisipasi pada pameran ForArch menjadi elemen bisnis konkret dari SKB ke-3 RI-Republik Cek. Hal ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah untuk memadukan pertemuan internasional dengan misi bisnis yang memberikan manfaat langsung,” kata Anshor.

Lima UKM dari Indonesia, yaitu empat dari Solo dan satu dari Jakarta menawarkan ragam produk furnitur yang diterima dengan baik oleh pasar Republik Cek. Kelima UKM asal Indonesia tersebut adalah Andatu Jati Arjuna, Aninda Furniture, Arezou Intrade, dan Dollar Furniture dari Solo serta Utomo Rattan dari Jakarta.

Biyp Mukhsen, dari Aninda Furniture mengutarakan bahwa pasar Republik Cek memiliki potensi yang besar bagi produk furnitur Indonesia. Selama lima hari Pameran, tidak kurang dari 300 pengunjung yang menghampiri stand-nya di Paviliun Indonesia. Mereka rata-rata menanyakan di mana dapat membeli produk-produk furnitur yang dipamerkan.

Senada dengan itu, Abdullah Jufri dari Arezou Intrade menyatakan bahwa pihaknya mendapat mitra potensial untuk menjadi distributor produk-produk kayunya di Republik Cek. Menurutnya ini hal yang menggembirakan karena animo besar masyarakat Republik Cek terhadap produknya, yaitu panel dinding kayu.

Sementara itu Satria Utomo dari Utomo Rattan menyatakan bahwa produk furnitur berbasis rotan yang ditawarkannya memiliki pasar tersendiri dan potensinya cukup besar di Republik Cek dan kawasan Eropa Tengah. Terlebih lagi mengingat kualitas produk yang relatif lebih unggul disbanding produk dari negara pesaing.

Irawan Mintorogo dari Andatu Jati Arjuna menyatakan kegembiraannya karena antusiasme tinggi pengunjung terhadap produk furnitur berbahan kayu dan kulit yang ditawarkannya. Irawan bahkan telah melakukan negosiasi dengan sejumlah pihak untuk menjadi distributor produknya di Republik Cek.

Sentimen positif senada juga dilontarkan oleh Iwa Sumanto dari Dollar Furniture yang mengutarakna bahwa banyak pengunjung yang berminat dan memberikan respon positif terhadap produk furnitur khas bergaya retro yang ditawarkannya. Saking tingginya minat pengunjung menyebabkan brosur, katalog dan kartu nama para pengusaha habis sebelum pameran berakhir di hari ke-lima.

Setelah mengikuti pameran ForArch di Praha, para peserta melanjutkan perjalanan untuk misi bisnis ke empat negara lainnya di kawasan Eropa Tengah, yaitu Slovakia, Polandia, Hungaria dan Austria.

Pameran ForArch adalah pameran konstruksi, bangunan dan produk kayu terbesar di kawasan Eropa Tengah yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun, dengan judul resmi “ForArch/ForStav/ForWood/Sauny/Bazeny”. Panitia belum mengeluarkan angka resmi pengunjung, namun sebagai gambaran, pameran For Arch tahun 2015 dikunjungi oleh 75.000 pengunjung. Peserta pameran lebih dari 800 perusahaan.

Menurut Dubes Aulia, kegiatan ini adalah bentuk nyata diplomasi ekonomi untuk mendukung UKM di Indonesia, khususnya furnitur yang menjadi salah satu produk unggulan Indonesia, untuk menembus pasar Eropa Tengah.

Dubes Aulia menegaskan bahwa partisipasi pada pameran ForArch juga untuk mengkampanyekan legalitas kayu Indonesia. Indonesia adalah negara pertama yang memperoleh lisensi FLEGT (Forest Law Enforcement, Governance and Trade) atas produk-produk kayu legal yang sudah diverifikasi untuk dapat diekspor ke Uni Eropa.

Pameran ForArch juga dimanfaatkan untuk mempromosikan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-31 yang akan diselenggarakan di Jakarta pada  12-16 Oktober 2016 yang akan datang.

Menurut Aulia, Republik Cek dan kawasan Eropa Tengah adalah pasar potensial. Dia mengharapkan Pemerintah maupun kalangan usaha di Indonesia untuk terus meningkatkan perhatian ke kawasan untapped market ini.

“Letak geografis Republik Cek yang berada di Eropa Tengah dapat menjadikannya sebagai hub bagi produk-produk Indonesia. Posisi Republik Cek yang adalah negara tanpa pantai (land-locked) dapat diatasi dengan jalur logistik yang sudah mapan,” kata Aulia.

NATALIA SANTI

Author

Agen Capsa Poker QiuQiu

AgenPokerIndonesia.org : Agen Judi Ceme Poker Online Indonesia, Agen Poker Online Terpercaya serta Bandar Judi Domino Terbesar dan salah satu Agen Poker Terbaik di Indonesia dan Asia. Dapatkan Promo Bonus Setiap Deposit, Bonus Deposit New Member dari AgenPokerIndonesia.org serta Bonus Turnover, Bonus Referral dan Bonus Jackpot ratusan juta rupiah.

Copyright 2016 - AgenPokerIndonesia.org All Rights Reserved.

Search

Back to Top